lemas saya disaat melihatnya lagi sekarang, yang jelas ia jauh dari apa yang kubayangkan, sangat mengecewakan, tsk, tsk, tsk! Bokep indo terbaru Suara “Maaf” terdengar sayup-sayup. saya memang sudah berniat meninggalkannya. Yah, inilah yang namanya bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.Anyways, ini terjadi disaat umurku 21 tahun. Tubuhku yang cukup tinggi semampai terlihat jauh dari buruk. Cowokku sendiri tentunya akan protes keras disuruh tidur di sofa.“Ren, matiin aja AC-nya,” saya usul.Dia bergerak memberi respon. Tahu-tahu setelah makan, datang ide gila. Wajahnya biasa-biasa saja, tetapi bodinya oke banget, pantatnya terlihat padat berisi (later I found out bukan cuma pantatnya yang padat berisi).Setiap hari ia cuma ngantor beberapa jam & selebihnya lebih sering di rumah. Lumayan meski bukan brand new, saya cukup puas, otomatis lagi.Dengan modal mobilku ini, saya jalan-jalan kesana kemari sendiri, sambil mengenali kembali jalan & daerah yang sudah lupa-lupa ingat.




















