Aku memejamkan mata lagi.“Buka matamu, awasin ….”Aku tidak mengerti. tetap mereka tertidur nyenyak, padahal AC mati.Aku memandang “partner”ku. Bokep asia Pelan sekali, sikuku bergerak. Lagi-lagi digigitnya dengan bibirnya. Ringan sekali. Aku jengkel banget.Hujan mulai turun. Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan. Aku meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Dia terengah-engah. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Mulutnya kemudian berpindah ke …. Kemudian jariku kugerakkan. OOoh, mantab.“Besar …..,” desisnya. Sangat merangsang. Ternyata dia mendengar. Aku bahkan tidak tahu namanya.Dia memandangku. Aku? Aku merasakan bibir mungilnya menyentuh kepala “adikku”. 4 hari sebelum pernikahanku. Perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain yang akan terjadi. Tetap memejamkan matanya.Aku makin berani. Yang aku heran, penisku bisa masuk semua ke mulutnya. memastikan. Aku segera menutup mataku, pura-pura tidur. Aku menurut. memastikan. Tapi bukan itu alasannya. Semakin cepat. Tidak berasa memang. ya, pahaku yang dibalut celana panjang kain warna coklat.










