Kujilati, kusedot-sedot, kucubit, kupelintir kecil kedua putingnya. “Asin dan gurih, enak juga ya Ko?”, katanya sambil menelan semua spermaku sampai habis bersih dan kinclong. Bokep viral terbaru Aku tau kalau aku akan klimaks, karena itu, goyangan lidahku pun harus sering menggapai sasarannya yaitu klitorisnya yang indah. Pantas saja vaginanya di depan hidungku, makanya baunya lezat sekali, pagi-pagi sudah diberi suguhan yang menaikkan gairah laki-laki. Nah sejak kejadian tersebut, hampir tiap hari kami melakukan oral sex, sehingga kami bisa saling meneguk air surgawi lawan masing-masing. “Lho masih bisa lagi toh?” tanyanya sambil mengharapkan jawaban iya dariku. “Pernahlah, aneh kamu Ko”, katanya. Kujilat sekitar pangkal paha tanpa mengenai vaginanya, yang membuat Mei-Mei semakin penasaran saja. Lagipula dia sudah tidak perawan karena pernah senggama dengan pacarnya waktu SMA. Kucium bibirnya lembut, kubimbing lagi tangannya untuk meremas dan mengurut penisku. Lalu Mei-Mei tanya padaku,”Ko, emang enak gituan?




















