Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut yang begitu halus. Dan ternyata diluar dugaanku, Ica bisa menerima hal itu karena memang dia menyukai cowok yang lebih dewasa.2 jam lamanya kami berempat, ngobrol apa aja yang bisa dibicarakan. Bokep barat Lamunanku buyar saat Ica menawarkan menu yang mau dipesan.“Dy, kamu mau makan apa?” tanya Ica.“Mmm, anu… Terserah deh” jawabku gugup.“Kenapa say… Kok nervous gitu?” tanyanya manja.Wah dadaku berdetak keras saat dia panggil aku dengan kata “say.. Terlihat jelas spermamu menetes kelaur dicelah bibirnya yang mungil dan belum sampai jatuh, lidahnya berusaha menjilat kembali.“Mmm… Aku suka sekali sperma kamu Mas…” kata Ica sambil menelan seluruh spermaku yang sudah keluar.Sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih menempel di batang kemaluanku,“Ma kasih Mas… Kamu memberikan apa yang selama ini aku impikan” kata Ica.“Selama ini pacarku tidak pernah memberikan ini semua, asal dia sudah keluar ya sudah tanpa




















