“Oya?” Jude segera mendorongku merebah di lantai. Aku hampir saja diperkosa oleh salah seorang murid laki-laki di toilet. XNXX Jemarinya yang lentik mulai meraba-raba mengerayangi pundakku. Aku yang tak bawa payung berlari-lari menembus hujan. Kejadian itu terulang lagi. Deburan birahiku mulai terpancing. Atau bahkan wajah dapat dikomersiilkan pula.Tapi aku tidak pernah mengharapkan wajah yang cantik seperti yang kumiliki saat ini. Aku memang tak ikut minum-minum yang berbau alkohol, tapi aku tak tahu kalau jus jeruk yang aku pesan telah dimasuki obat tidur oleh temanku itu. Plontos licin. Lalu Jude memintaku untuk mencumbui vaginanya. Aku kembali beruntung karena suara teriakanku terdengar oleh security diskotik yang kemudian datang menolongku.Sejak itu aku merasa tak betah tinggal di Jakarta. “Jude, kenapa kamu juga ikut-ikutan hujan-hujanan sih, jadi sama-sama basah kan.”
“Nggak apa-apa nanti saya temani you sama-sama mengeringkan badan.”Kami masuk lewat pintu garasi. Tapi aku juga tak berani menatap payudara Jude




















