Lo keluar ama siapa sih ?” Jawab Dewi yang mulai jengkel.“Lah kan gue gak ngarti kalo lo pada mau ke rumah, sama temen.” Jawabku membela diri.“Aaaiiiiiisssssshhhh. Karena aku tau kamu menjaga betul kehormatanmu sebagai wanita” ucapnya.Lagi-lagi air mataku tak dapat kubendung, akupun memeluknya sangat erat dan menangis bahagia di pundaknya seraya berbisik ke telinganya “kasih aku kesempatan cil”.“Kamu kok tau nama panggilanku dulu?” Ucapnya kaget.“Ada deh, aku cinta kamu cil. Bokep stw Assalamu’alaikum” sambungku.“Iye beres bosskuh, wa’alaikum salam.”Akhirnya setelah dewi menelpon, aku pun men-share lokasiku kepadanya.Sebenarnya aku faham betul bahwa kondisi seperti ini pasti bakalan terjadi, sehingga aku memutuskan untuk tidak berada di kedua rumahku. Seolah-olah aku ingin memberikannya sebuah suntikan kedamaian dan support terhadap kejadian pilu yg telah ia alami beberapa tahun lalu. Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan.




















