Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya. Tapi lama-kelamaan, aku mulai dihinggapi perasaan takut. Bokep indo Aku berteduh di bawah pobon, sambil menghilangkan pegal-pegal di kaki.Setiap hari aku berjalan. Semuanya aku simpan di bank. Tidak lagi menempati kamar yang khusus untuk pembantu.Semua bisa terjadi ketika malam itu aku baru saja mengantar Nyonya pergi berbelanja. Bahkan aku ke luar lewat jendela.Malam itu aku berhasil melarikan diri dari rumah Nyonya Wulandari. Saya tidak mengharapkan imbalan”, kataku tetap menolak. Aku tahu apa yang diinginkan Nyonya Wulandari. “Boleh saya lihat ” ujarku meminta ijin. Justru kemewahan bisa menghancurkan diri jika tidak mampu mengendalikannya. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali Ternyata ijasah yang kubawa dan kampung hanya bisa dipakai untuk jadi pembantu. Dia ingin meminta bantuan, Tapi orang-orang yang berlalu lalang dan melewatinya tidak ada yang peduli. Terasa perih, tapi juga sangat nikmat sekali. Memang tidak kecil biayanya. Karena aku harus selalu mendampinginya,




















