Cratt.. Bokep brazzers Kutelan habis cairan yang keluar membasahi permukaan liang kemaluan Neng Shinta tanpa rasa jijik. Ruhhsshh oohh.. Di atas ranjang kamarnya yang mewah itu, aku berhasil membenamkan kemaluanku yang lumayan masih cukup perkasa ke dalam rahimnya yang masih sempit itu.“Hkkhh..” napasku tertahan saat seluruh kontolku dari ujung hingga pangkal telah terbenam seluruhnya di dalam jepitan lubang kemaluan Neng Shinta.Air mata Neng Shinta sudah mulai jatuh satu persatu. Batang kontolku mulai menggeliat bangun. Lidahku mengorek-ngorek mulutnya mencari-cari lidahnya. Neng Shinta memberiku waktu bicara dan dengan kepintaranku, malam itupun akhirnya aku pun kembali dapat menikmati kehangatan tubuhnya di kamarnya. Tubuhnya terus berkelojotan selama beberapa saat lalu gerakannya semakin melemah dan akhirnya kedua pahanya terkulai lemah menyandar di punggungku. Namun semuanya telah terlambat. Kini mulutku mulai mengulum kedua puting payudara Neng Shinta secara bergantian.







